Sementara itu, Prada Khairul Anwar yang jadi pengajar mengungkapkan rasa senangnya dapat mengajar agama kepada anak-anak.
“Bersama mereka, seperti bersama keluarga sendiri. Anak-anak sangat antusias untuk belajar agama, demikian juga ibu-ibu dari majelis taklim juga begitu perhatian terhadap
pembelajaran agama bagi mereka,” kata Khairul.
Ditempat yang sama, Hj. Fitman Safrudin (45 tahun) mengungkapan rasa senang dan bangga kepada Satgas Yon Arhanud-16/SBC atas penyelnggaraan kegiatan ini.
“sangat bagus sekali, anak-anak bisa berkumpul mengaji dan belajar serta bermain bergembira, sehingga kami turut tergerak untuk mengajar anak-anak,” ujarnya
“Pasca gempa dan tsunami, sampai sekarang anak-anak sama sekali tidak ada belajar mengaji. Kegiatan ini bisa juga untuk menghilangkan trauma anak-anak,” sambung Hj. Fitman.
Hj. Fitman Safrudin warga Kayu Malue yang tergabung dalam majelis taklim ibu-ibu, merupakan pengungsi sementara yang terdampak langsung dan rumahnya pun rusak ringan. Bersama 4 orang Ustadzah lainnya, sukarela ikut membantu pengajaran di TPA camp pengungsian Kayu Malue.
Sebelum mengakhiri kegiatan, Letkol Arh Agung menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu kedepan akan diupayakan berbagai kegiatan bagi anak-anak yang sifatnya lebih mengedukasi sekaligus meningkatkan kembali kemauan untuk belajar dan juga dapat mengembalikan kondisi mental mereka.
“Insyallah, secara bersama-sama kita akan bangun camp ini seperti kampung, sehingga sembari menunggu kesiapan sarana dan prasarana, mereka nantinya telah siap kembali,” pungkasnya.
Editor : Benz