“Pelari juga akan dihibur oleh pameran Alutsista dan seni budaya disamping melihat keindahan alam serta atmosfer dari Mandalika yang masih begitu asli,” tambah Kapendam Jaya.
Terkait dengan gempa yang terjadi di Lombok, Kapendam Jaya menyampaikan, bahwa event TNI International Marathon 2018 akan memberikan kontribusi dengan memberikan sebagian dari uang pendaftaran bagi korban gempa NTB.
Selain itu, Kolonel Inf Kristomei Sianturi juga mengatakan, bahwa mulai dari terjadinya gempa di NTB, TNI telah menerjunkan lebih dari 4 ribu pasukan dan sejumlah Alutsista untuk mengangkut alat berat serta bantuan dalam rangka membantu para korban serta melakukan recovery sarana dan prasarana di NTB.
Menurut Kapendam Jaya, mengenai mundurnya tanggal pelaksanaan TNI International Marathon 2018 dari 23 September 2018 menjadi 4 November 2018 dilakukan mengingat situasi dan kondisi di Lombok, NTB pasca bencana alam gempa bumi.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Inf Kristomei Sianturi juga menyampaikan terkait dukungan Indonesia Tourism Develoment Corporation (ITDC) atau PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) yang merupakan badan BUMN dalam lomba lari TNI International Marathon 2018 untuk mengembangkan kawasan Mandalika sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
Editor: Benz