Survey: 70 Persen Pemilih di Bireuen Karena ‘Money Politik’

Uncategorized488 kali dibaca

lintas10.com- Akademi yang juga praktisi hukum Wiratmadinata membuat pernyataan yang mengejutkan hasil survey bahwa 70 persen pemilih pada pemilu di Kabupaten Bireuen memilih karena uang.

Hal itu diungkapkan Wiratmadinata dihadapan puluhan peserta yang hadir pada acara Fokus Group Discussion (FGD) angkatan I dan II tahun 2016 yang Badan kesatuan Bangsa dan Politik Aceh bekerja sama dengan Anggota DPR Aceh Ir. Saifuddin Muhammad di Aula hotel Graha Buana, Bireuen beberapa waktu lalu pada satu kesempatan.

“70 persen warga Bireuen memilih karena pemimpin money politik,” ujar Dekan Fakultas Hukum Abulyatama tersebut.

Menurut Wira hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MRC yang menggunakan sample di tiap Gampong yang ada di Kabupaten Bireuen.

“Sangat disayangkan kalau hal ini terus terjadi kedepan, maka akan lahir pemimpin-pemimpin yang berjiwa korupsi,” ketus Wira

Ia juga mengajak peserta yang hadir untuk memberi pemahaman kepada masyarakat yang di tingkat grass root supaya memilih pemimpin bukan karena tawaran uang serta berupa barang lainnya.

“Kita semua punya tanggung jawab yang besar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar-benar punya konsep dan misi yang jelas,” ajaknya

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ir. Saifuddin Muhammad salah seorang anggota DPRA Provinsi Aceh sebagai narasumber

 

Acara diskusi yang dihadiri sebanyak 30 peserta perwakilan yang masing-masing dari unsur ORMAS, OKP, LSM, Unsur penting Mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta Insan pers,  berjalan alot dan lancar dengan berbagai pandangan dari peserta yang hadir memberi masukan dan pendapat mengenai  dinamika politik aceh pasca 10 Tahun perdamaian seperti dilansir lintasnasional.com. (sht)

Baca Juga:  30 Pemuda Kobar Mengikuti Seleksi Komcad di Korem 102/Pjg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.