Ujung Tanjung, lintas10.com — Bukan merupakan kasus tindak pidana, Satreskrim Polres Rokan Hilir mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) terkait penyerobotan lahan di Kepenghuluan Sekeladi Kecamatan Tanah Putih. SP3 dikeluarkan usai digelar Di Ruang Gelar Ditreskrimum Polda Riau. Pada Rabu 10 Agustus 2022
Pelaksanaan gelar perkara dipimpin AKBP DR Azwar S.Sos, SH, MSi, MH (Kabag Wassidik), Pemapar Aipda Wira Adi Kusuma, Peserta Gelar, AKP Dasril, SH (Ps. Kanit 4 Subdit 1), AKP Eru Alsepa , SIK, MH (Kasat Reskrim Res Rohil), IPDA Eddy Siswanto (Panit 1 Subdit 4 Wassidik),Ipda Y.U. Sormin, SH (Kanit 2 Sat Reskrim), Ipda Januardi, S.IP (Panit Ditreskrimum), Ipda Beni Siswanto, SH (Ps. Panit 2 Bidkum), IPDA Pebri Topiq ( Auditor Itwasda), Ipda Keken A.P, SH (Panit Ditreskrimum), Ipda S. Tampubolon (Kanit 1 Sat Reskrim) .
Dasar Penerbitan SP3 tersebut berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan bahwa terhadap hasil gelar perkara, Hasilnya disimpulkan bukan merupakan tindak pidana karena adanya sengketa keperdataan (Dispute) antara pihak pelapor Muhammad Tuah dan pihak terlapor Johanes Sitorus.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasi Humas AKP Juliandi SH menjelaskan bahwa penerbitan SP3 yang diberikan oleh pelapor Muhammad Tuah usai gelar perkara Satreskrim Polres Rokan Hilir bersama Polda Riau. Kata AkP Juliandi SH, Senin 19 September 2022.
Proses gelar perkara ini dilakukan atas dasar Laporan Polisi sebelumnya Nomor LP / B / 298 / XI / 2021/ SPKT / Polres Rohil / Polda Riau, tertanggal 22 Nopember 2021.Lantaran Kedua belah pihak memiliki alas hak surat berupa SKGR dan SKT yang dikeluarkan dua Kepenghuluan dikecamatan Tanah Putih, maka dilakukan gelar perkara di Polda Riau.