Kadispenad juga berharap,agar peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu di Cijantung tidak begitu saja dikaitkan dengan peristiwa di Depok, sebagaimana telah disampaikan oleh Kodam Jaya melalui Kapendam Jaya, bahwa yang melakukan itu adalah kelompok orang tidak dikenal atau OTK.
“Kita tidak boleh berasumsi bahwa setiap peristiwa selalu terkait, oleh karenanya semuanya harus bisa menahan diri untuk tidak berpolemik. Kasihan masyarakat, jika kita disibukan dengan masalah internal. Kapan kita bisa fokus menata masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” pungkas Brigjen TNI Denny Tuejeh.
Kadispenad juga menegaskan, khususnya TNI-Polri, tidak hanya ditingkat menengah keatas, namun juga sampai tingkat bawah harus berfikir jernih dan obyektif, sehingga dapat mengeliminir berbagai kemungkinan resiko.
“Peristiwa ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi TNI-Polri, kita harus menata sinergitas dan soliditas ini secara terstruktur bukan saja dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam berinteraksi di luar tugas,” tegas Kadispenad.
TNI Angkatan Darat menyerahkan semua permasalahan ini melalui jalur hukum yang sepatutnya. Siapapun harus mampu menahan diri untuk tidak memperkeruh situasi. Semua pihak harus senantiasa menciptakan suasana yang aman dan damai agar masyarakat juga merasa nyaman dan tenang.
Kadispenad menyampaikan, bahwa saat ini kondisi Sersan Nikolas sudah berangsur-angsur membaik, namun, sebagai bentuk tanggung jawab, TNI AD memastikan bahwa Korban akan mendapatkan pelayanan yang prima agar segera dapat melanjutkan pengabdian kepada rakyat dan bangsa Indonesia. (Benz)