Labura,lintas10.com- Proyek pemeliharaan 2000 Hektar tanggul milik balai wilayah sungai sumut II menghabiskan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2017 menuai protes keras dari masyarakat Kecamatan kualuh ledong Labura,
Sipul (36) meminta pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Balai Sungai SDA Sumut II untuk tidak mencairkan proyek tersebut, Pasalnya proyek yang di kerjakan untuk membersihkan dan memelihara tanggul lahan Padi 2000 Ha tidak dekerjakan sesuai setandar
dan jauh dari memuaskan.
Saipul, ketika melihat hasil pengerjaan CV Mutiara Indah dalam melakukan pengerjaan pemeliharan tanggul tersebut tidak memuskan dan pengerjaannya hanya di lakukan pembabatan rumput tetapi tidak bersih masih terlihat seperti semak belukar .
Selain pembabatan terlihat tidak merata, ada di kerjakan dan ada sebagian di biarkan semak, yang terkesan asal jadi di kerjakan .
Sementara Kepala Desa Simandulang kecamatan Kualuh Ledong Labura, Sangkot saat di konfirmasi wartawan Sabtu (8/4/2017) di rumahnya , ia hanya menggelengkan Kepala, dan mengatakan pihaknya tidak tahu itu pengerjaannya punya siapa dan bagaimana proyek itu di kerjakan hanya mereka pihak Pemerintah Desa di kirimkan surat dari Dinas Balai wilayah Sumut II kalau ada pengerjaan itu, Tetapi ia melihat kerjaannya hanya pemotongan rumput saja.
Tempat terpisah, pengawas Dinas Balai wilayah Sungai Sumut II YUDI saat di konfirmasi melalui via selulernya lintas10.com, tidak diangkat walaupun terdengar nada tersambung dan pesan singkat juga tidak ada balasan. (Hasan)