Sementara Ketua Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar Guntur Sakti, mengatakan, dalam fase tanggap darurat ini Kemenpar memberikan layanan informasi yang dibutuhkan ke semua pihak, baik terhadap media maupun terhadap sejumlah negara melalui perwakilan VITO di luar negeri yang membutuhkan _holding statement_ dan _official statement._ “Semua layanan informasi diberikan ke semua pihak sejak tanggal 28 September malam,” kata Guntur Sakti yang juga Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar.
Informasi yang disampaikan, jelas Guntur, adalah berdasarkan pusat informasi yang ditunjuk pemerintah. Dalam hal ini BNPB terkait korban dan juga BMKG. “Saat ini dari Kemenpar telah menugaskan dari zonasi terdekat dengan Palu, yaitu Poltekpar Makassar. Mereka melakukan observasi, kedua memastikan apakah korban yang berada di semua amenitas terutama hotel-hotel untuk kita minta data,” kata Guntur. (Rls)