Palu, Lintas10.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan tunjungan khusus sebesar Rp 76 miliar untuk 15.080 guru di empat kabupaten terdampak gempa yakni Palu, Sigi, Donggala dan Kabupaten Perigi Moutong.
Tunjangan itu diserahkan secara simbolis oleh Mendikbud Muhadjir Effendi, pada saat apel pagi “Anak Sulteng Bangkit Lebih Hebat” yang digelar di halaman kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu (17/11/2018).
“Kita ingin Sulteng ini lebih cepat bangkit kembali, khususnya untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah. Komitmen ini telah didukung oleh berbagai pihak terkait pemulihan kembali pendidikan di Sulteng semakin menguatkan keyakinan bahwa anak-anak Sulteng akan bangkit lebih hebat,” kata Mendikbud.
Penanganan pasca bencana Sulteng pada bidang pendidikan dan kebudayaan terus dilakukan. Berbagai bantuan dan kegiatan yang dilakukan oleh Kemendikbud adalah dengan mengadakan pemutaran film edukatif bersama, pembangunan sekolah bersama dengan Kementerian PUPR, 248 ruang kelas darurat sudah terpasang, pengiriman tim Psikososial, pengiriman buku cerita rakyat sebagai media belajar anak. Kemudian juga ada pemberian tunjangan khusus bagi guru terdampak, pelatihan guru pasca bencana, program peningkatan kompetensi guru pendidikan dasar, dan pelatihan guru untuk Psikososial dan pendidikan dalam situasi darurat.
“Total bantuan Kemendikbud per-tanggal 15 November 2018 sebesar Rp 346,2 milyar,” kata Muhadjir.
Mendikbud mehami pemulihan proses belajar mengajar di sekolah, tidak terlepas dari peran guru. Namun, tak sedikit guru yang juga mengalami dampak bencana.
“Para guru, saya harap tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mengajar dan mendidik siswa. Saya yakin para guru di Sulteng mampu memompa semangat murid-muridnya untuk belajar dan melompat lebih tinggi menggapai cita-cita,” kata Mendikbud.