Kabid Perlindungan Anak (P3A): Proses Belajar Anak lebih Efektif Bertatapan dengan Pengajar

Masih lanjutnya, dalam proses belajar-mengajar secara tatap muka ada nilai yang bisa diambil oleh siswa, seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika, dan moral yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan. Perubahan sosial yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat merebaknya penyebaran Covid-19 menyebabkan kegagapan dalam proses penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Itu sebabnya tidak mungkin jika sebuah pembelajaran ideal dicapai di masa pandemi seperti saat ini.

“Oleh karena itu, guru ataupun tenaga pendidik harus cepat menyesuaikan keadaan dengan mengubah target capaian, dan kemudian metode pembelajarannya. Jangan sampai guru membebani siswa dengan pembelajaran di saat siswa mengalami keterbatasan sosial dan ekonomi,” Pungkas Iswardi.

Penyesuaian metode belajar-mengajar seharusnya bisa secara efektif dilakukan jika pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia sejak awal.

Dia juga mengatakan seharusnya pemerintah memberikan kelonggaran target yang dituju.

Meskipun masih banyak kelemahan dalam proses pembelajaran, Iswardi mengaku bahwa pelajaran positif yang bisa diambil dari pendidikan di masa Covid-19 ini adalah kembalinya peran orang tua sebagai guru dalam belajar anak.

“Pondasi penting dari kondisi pendidikan ditengah pandemi covid-19 adalah waktu berkualitas yang dihabiskan oleh orang tua bersama anak-anaknya. Bimbingan, aturan, ilmu, dan wawasan yang dibagikan orang tua akan banyak bermanfaat bagi sang anak,” kata Iswardi. (Mahmud Nasution)

Baca Juga:  Tak ingin di Ketahui Publik Berapa Besaran Tagihan Pelanggan Listrik, UP3 dan ULP PLN Padangsidimpuan: Itu Wewenang PLN provinsi dan Pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses