“Itulah dinamika keorganisasian karena saya kini sudah ditunjuk sebagai Plt. Ketua IPSI Pelalawan yang sah dari Pengprov Riau sendiri,” tandasnya.
Ditanya apa yang akan diperbuat untuk IPSI Pelalawan ke depannya, Rinaldi yang kini sebagai Plt. Ketum IPSI Pelalawan mengatakan bahwa dirinya akan menyatukan semua perguruan untuk masuk di kepengurusan IPSI Pelalawan sesuai bidangnya masing-masing.
“Kita juga ingin menjadikan IPSI Pelalawan bermartabat untuk prestasi di Daerah, Nasional dan Internasional, dan membawa nama IPSI Pengprov dan khususnya,” katanya.
Dimintai komentarnya soal mosi tidak percaya yang disayangkan 15 Perguruan Silat di Pelalawan, Hendri Jerman Salaja mengaku dirinya memang tahu hal itu karena mendapat kiriman lewat Whatsapp (WA).
“Tapi tidak ada pemberitahuan oleh Pengprov dan tidak pernah di mintai klarifikasi maupun hak jawab secara resmi oleh Pengprov. Jelas saya didzalimi dalam soal ini. Padahal kita ini berorganisasi dan wajib memenuhi semua administrasi tapi yang dilakukan oleh Pengprov IPSI Riau sudah melanggar administrasi,” tandasnya.
Ini artinya, Pengprov IPSI Riau tidak paham dengan AD/ART padahal Sekretaris Pengprov IPSI Riau tanggal 6 Februari menelpon saya dan mengatakan kalau Ketua IPSI Riau minta ketemu hari Rabu tanggal 9-2-2022, tetapi itu ditunda karena ketua IPSI Riau mendadak ada keperluan penting di kepulauan Meranti,” terangnya.
Setelah beberapa hari dari situ, lanjut Hendri, Aryo menelpon dan menjelaskan bahwa atas perintah Ketum, kepengurusan itu harus di PAW. Jadi memang banyak keanehan dengan surat yang dilayangkan mereka karena tiba-tiba saja IPSI Riau mengeluarkan surat pemberhentian. Anehnya lagi, surat yang dikeluarkan Pengprov tanggal 17, padahal tanggal 19 akan dilaksanakan Musprov IPSI Riau. Jabatan Irwan Nasir itu hanya tinggal 2 hari, berarti ada indikasi kalau beliau itu tidak senang jika saya mendukung Hardianto. SE sebagai Ketua IPSI Riau periode 2022-2026.