IPSI Riau Berhentikan Ketua IPSI Pelalawan,Tunjuk Rinaldi Plt Ketua, ini Kronologinya

Pelalawan1,197 kali dibaca

Karena hal ini, lanjutnya, panitia jadi kewalahan untuk menyusun ulang bagan atau jadwal pertandingan. Bahkan terdapat puluhan peserta yang mendaftar secara tunai namun tidak bisa ikut bertanding. Selain itu,
Hendri Jerman Salaja tidak pernah menyampaikan data real jumlah uang yang telah diterima dari uang pendaftaran peserta kejuaraan secara transparan. Data yang disampaikan Sdr. Hendri Jerman Salaja tidak sinkron dengan jumlah uang yang diterima panitia.

“Karena campur tangan Sdr. Hendri Jerman Salaja dalam kepanitian kejuaraan berujung protes dari peserta di Provinsi Riau maupun provinsi tetangga seperti Sumbar, Sumut dan Jambi. Protes itu diantaranya medali yang tidak layak, pendistribusian medali tidak sesuai lagi dengan hasil pemenang pertandingan. Bahkan sampai saat sekarang ini masih banyak peserta dan kontingen yang belum menerima medali dan sertifikat. Tak hanya itu, complain juga datang dari peserta penataran pelatihan dan wasit juri mengenai sertifikat yang tak kunjung diterima oleh sebagian peserta, mengenai sertifikat peserta pelatih dan wasit juri ini langsung diambil alih Sdr. Hendri Jerman Salaja,” bebernya.

Rinaldi mengatakan di samping itu sebagai Ketum IPSI Pelalawan, Hendri Jerman Salaja tidak menjalin komunikasi yang baik antara dengan jajaran pengurus IPSI Pelalawan dan Perguruan Pencak Silat yang ada di kabupaten Pelalawan.

“Ada juga beberapa Pengurus IPSI Pelalawan yang menempati posisi strategis, namun bukan berasal dari perguruan yang ada di Kabupaten Pelalawan. Itu juga yang kami sesalkan selama ini,” katanya.

Disinggung soal Hendrik Jerman yang akan menggugat pe-nonaktifkan dirinya, Rinaldi mengatakan kalau itu hak Hendri Jerman untuk menggugat Pengprov IPSI.

Baca Juga:  Sat Polairud Polres Pelalawan Gelar Acara Syukuran Atas Dua Kapal Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses