Gubernur Prov DKI Jakarta: Musrenbang Harus Sesuai Kebutuhan Warga

Lintas Jabodetabek539 kali dibaca

JAKARTA, lintas10.com – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Adm Jakarta Barat, Jalan Raya Kembangan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (22/3/2018).

Peserta Musrenbang diikuti sebanyak 250 orang yang diantaranya anggota DPRD DKI Jakarta Dapil Wilayah Jakarta Barat, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Kepala BKSP Jabodetabekjur, Forum Koordinasi Pimpinan Kota Jakarta Barat, para pejabat jajaran Pemkota Adm Jakbar, LSM, dan yang lainnya.

Anies Baswedan meminta masyarakat untuk mengubah mindset hidup di perkotaan. Tidak lagi berpikir sebagai orang desa yang hidup di perkotaan, karena itu, hasil Musrenbang ini harus sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kita bukan hidup di pedesaan. Kita hidup di perkotaan. Beda maindset-nya. Saya khawatir hidup di perkotaan namun maindset pedesaan,” tegas Anies Baswedan yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Joko Widodo saat ini.

Menurutnya, seluruh pihak yang hadir pada Musrenbang ini untuk merumuskan berbagai item pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Jakarta Barat. Perhatikan kebutuhan hingga level rumah tangga atau keluarga.

“Misalnya, air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi warga di Jakarta. Bila tinggal di pedesaan, alhamdulillah lahan luas sehingga bisa mengambil air dari mana saha, Tapi diperkotaan untuk mendapatkan pasokan air bersih sangat sulit. Oleh karenanya, perencanaan ini harus memakai asumsi perkotaan. Sementara pemerintah mempersiapkan infrastruktur untuk pemenuhan kebutuhan rumah tanga,” jelasnya.

Berdasarkan data statistik, warga Jakarta yang menikmati air PAM kurang lebih 60 persen. Sisanya, membeli air. “40 persen warga masih membeli air Rp 20 ribu/hari. Berapa setiap bulan, mereka mengeluarkan uang untuk membeli air. Beda dengan warga yang memiliki air PAM dan hanya membayar Rp 160 ribu/bulan. Inilah hal mendasar yang perlu diseriusi dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Baca Juga:  Danrem 052/Wkr Mengikuti Lemhanas di Inggris. Pamitan kepada Jajaran Kodim 0506/Tgr.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses