Operasi militer baik untuk perang maupun selain perang, memerlukan pendekatan yang berbeda dengan dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu. Disinilah diperlukan pemaknaan profesionalisme yang berbeda.
“Profesionalisme adalah evolusi dan transformasi kemampuan militer, dihadapkan pada karakteristik ancaman dan lingkungan yang senantiasa berubah,” ujar Panglima TNI.
Dengan demikian dibutuhkan perwira-perwira TNI yang handal, berwawasan luas, berpikiran terbuka, tidak alergi dengan gagasan-gagasan baru, serta kepemimpinan transformasional yang mampu memahami dan memimpin para prajurit serta perwira-perwira muda generasi milineal.
Perubahan lingkungan yang dinamis juga membutuhkan konektivitas tinggi, yang tidak hanya pada skala nasional, namun bahkan pada skala internasional.
Pendidikan Sesko TNI selain melahirkan pemimpin TNI masa depan juga merupakan ajang membangun konektivitas, menjalin persahabatan diantara para Pasis, baik dari TNI, Polri maupun negara-negara sahabat, guna mendukung interoperabilitas menjalankan tugas di masa mendatang.
Pendidikan kali ini juga diikuti 7 perwira mancanegara, Australia, India, Malaysia, Singapura, Philipina, Pakistan, dan Saudi Arabia.
Keikutsertaan Pasis Negara Sahabat yang merupakan duta-duta persahabatan akan semakin mempererat hubungan baik antar negara.
Editor: Benz