Pembangunan Istana di Papua Bisa Lebih Awal dari Ibu Kota Baru

Lintas Jabodetabek241 kali dibaca

Jakarta, LINTAS10.COM – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan, bahwa pemerintah akan merealisasikan permintaan dari masyarakat Papua yang disampaikan oleh para tokoh Papua. Salah satunya adalah pembangunan Istana di Papua.

Wiranto mengatakan, kemungkinan istana di Provinsi Papua akan lebih dahulu dibangun daripada istana di lokasi Ibu Kota baru, Provinsi Kalimantan Timur.
“Bahkan mungkin istana (Papua) ini lebih duluan daripada istana baru di Kaltim, jangan-jangan begitu, bisa saja terjadi, tapi enggak tahu,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

Wiranto menegaskan, dengan sudah disetujuinya usulan tersebut oleh Presiden Jokowi, berarti proses dialog sudah berjalan dan semua permintaan-permintaan masyarakat Papua sudah dapat terpenuhi.

“Sehingga tidak ada lagi sebenarnya tuntutan-tuntutan lain yang menyebabkan adanya suatu demo-demo lanjutan, anarkis, itu saya kira sudah tidak tepat lagi,” katanya.

Wiranto mengaku bersyukur bahwa hasutan untuk melakukan aksi rusuh di Papua sudah semakin berkurang.

Menurutnya, hal tersebut adalah konspirasi yang dilakukan untuk menyenangkan pihak luar saja.

“Maka sudah ada kesadaran dari berbagai kelompok masyarakat dan Pemda di Papua dan Papua Barat kemudian diwujudkan pertemuan-pertamua dialog damai,” kata Wiranto.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi berjanji akan membangun Istana Presiden di Jayapura, Ibu Kota Papua, mulai tahun depan. Hal tersebut disampaikan saat menerima 61 tokoh Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/9) siang.

Dalam pertemuan ini, hadir 61 tokoh Papua yang terdiri dari pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga para mahasiswa.

Baca Juga:  Tunjukkan Kepedulian, Kodim 0804/Magetan Sambangi Warga Yang Mengalami Disabilitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses