Rumdis itu rencanya dibangun dibelakang kantor Bea Cukai jalan Perdagangan Kelurahan Bagan Kota. Tepatnya diatas pelabuhan lama Bagansiapiapi. Puing-puing besi baja bekas pelabuhan tempo dulu dibuang entah kemana.
Puluhan kepala keluarga yang sudah lama tinggal disitu, satu persatu sudah mulai angkat kaki dari rumahnya karena sudah dilakukan sosialisasi oleh pihak KPPBC setahun lalu agar segera meninggalkan tempat itu karena tahun ini akan ada pembangunan rumdis.
Sebelum rumdis itu dibangun, masih ada beberapa keluarga yang masih tinggal disitu dengan alasan masih persiapan mencari kontrakan rumah baru.
“Udah lama kami disuruh pindah, tahun ini lah kami usahakan pindah,” kata salah seorang nenek yang tak mau menyebutkan namanya sambil beres-beres perkakas rumahnya.
Menurut keterangan Kepala KPPBC Bagansiapiapi Hartoyo melalui Kepala Urusan Umum, Hamzah mengatakan rumdis itu tahun ini sudah mulai dikerjakan. Rumdis ini merupakan program dari Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJB).
Sedangkan teknis pembuatan Rumdis ini lanjut dia, dikerjakan langsung oleh KPPBC wilayah Provinsi Riau yang ada dipekanbaru. KPPBC Wilayah Pekanbaru telah mendesak KPPBC Bagansiapiapi untuk membuat persiapannya.
“Sekarang ini kita belum punya rumah dinas, ini kita bangun supaya kita tidak tidur disemen,” kata Hamzah kepada media, Kamis (25/2/16) di kantornya.
Sementara itu, mengenai kinerja KPPBC Bagansiapiapi, Hamzah menuturkan, alasan kurang maksimalnya kinerja mareka karena tidak adanya personil untuk turun kelapangan. Sehingga info maraknya barang ilegal keluar masuk, wilayah Rohil jarang didapat.